Kampung Bebas Demam Berdarah Melalui Program Ecohealth Village Berbasis Education For Sustainable Development

Authors

  • Armaita Armaita Universitas Negeri Padang
  • Linda Marni Universitas Negeri Padang
  • Hidayati Hidayati Universitas Negeri Padang
  • Rika Wulandari Universitas Negeri Padang
  • Yona Putri Karinia Universitas Negeri Padang

DOI:

https://doi.org/10.52622/mejuajuajabdimas.v5i3.357

Keywords:

Demam Berdarah Dengue, Ecohealth Village, Kader Jumantik, Pemberdayaan Masyarakat, Education For Sustainable Development

Abstract

Nagari Pakandangan, Kabupaten Padang Pariaman, merupakan salah satu wilayah dengan kejadian demam berdarah dengue (DBD) yang tinggi dan fluktuatif sejak tahun 2016. Tingginya kasus DBD dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan dan iklim yang mendukung perkembangbiakan Aedes aegypti, antara lain kondisi rumah, pengelolaan sampah, jarak antar rumah, keberadaan tempat penampungan air, tanaman hias, pekarangan, serta genangan air sebagai tempat perindukan alami. Upaya pengendalian yang telah dilakukan sebelumnya, seperti pembentukan kader juru pemantau jentik (jumantik) dan penggunaan larvasida abate, belum menunjukkan hasil yang optimal. Bahkan, penggunaan abate secara berulang diduga telah menyebabkan resistensi larva, sehingga pengendalian vektor menjadi semakin sulit. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa permasalahan DBD di Nagari Pakandangan tidak hanya berkaitan dengan faktor lingkungan, tetapi juga rendahnya partisipasi dan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan keluarga dan lingkungan. Sebagai upaya penyelesaian, dilaksanakan program pengabdian masyarakat selama tiga tahun melalui pembentukan Kampung Bebas Demam Berdarah berbasis Ecohealth Village dan Education for Sustainable Development. Pada tahun pertama, kegiatan difokuskan pada penguatan kapasitas kader jumantik melalui sosialisasi DBD, penyuluhan mengenai tugas dan tanggung jawab kader, pelatihan pembuatan formulir jumantik, pemantauan dan pemberantasan jentik, serta pembuatan media edukasi berupa poster. Hasil kegiatan tahun pertama menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai DBD serta peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader jumantik. Luaran kegiatan meliputi video kegiatan, publikasi media daring, artikel pada jurnal terakreditasi nasional, serta perbaikan tata nilai masyarakat di bidang kesehatan.

References

Amin, “Demam berdarah dengue,” 2015.

A. Candra, “Demam berdarah dengue: Epidemiologi, patogenesis, dan faktor risiko penularan,” Aspirator, vol. 2, no. 2, pp. 110–119, 2010.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2018. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI, 2019.

Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman, “Data kasus demam berdarah dengue,” Padang Pariaman, 2016.

Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, “Laporan kasus DBD,” Sumatera Barat, 2019.

Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman, “Data kasus demam berdarah dengue,” Padang Pariaman, 2020.

A. R. Sayety, Analisis indikator kepadatan dan status kerentanan nyamuk Aedes spp vektor DBD di Nagari Pakandangan Kabupaten Padang Pariaman. Padang: Universitas Andalas, 2018.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 82 Tahun 2014 tentang Penanggulangan Penyakit Menular. Jakarta, 2014.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 50 Tahun 2017 tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan. Jakarta, 2017.

Pemerintah Republik Indonesia, Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan. Jakarta, 2014.

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Peraturan Bupati Padang Pariaman Nomor 28 Tahun 2021 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2022. Padang Pariaman, 2021.

T. Mardikanto, Konsep Pemberdayaan Masyarakat. Surakarta: UNS Press, 2010.

S. Suwanbamrung, “Sustainable dengue prevention through community participation,” 2011.

J. M. Healy et al., “Integrating community-based approaches in dengue control,” 2014.

N. Suwannapong et al., “Community capacity building for dengue prevention,” 2014.

B. Josef and T. Afiatin, “Peran serta masyarakat dalam pengendalian demam berdarah dengue,” 2010.

A. Rosidi and W. Adisasmito, “Faktor keberhasilan program pengendalian DBD berbasis masyarakat,” 2009.

N. Andersson et al., “Evidence-based community mobilization for dengue prevention in Nicaragua,” 2015.

A. M. Stewart Ibarra et al., “Ecohealth approach to dengue prevention in Ecuador,” 2014.

Downloads

Published

2026-04-07

How to Cite

Armaita, A., Marni, L. ., Hidayati, H., Wulandari, R. ., & Karinia, Y. P. . (2026). Kampung Bebas Demam Berdarah Melalui Program Ecohealth Village Berbasis Education For Sustainable Development. Mejuajua: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 5(3), 554–560. https://doi.org/10.52622/mejuajuajabdimas.v5i3.357

Issue

Section

Articles