Edukasi Pencegahan Stunting Dengan Pangan Olahan Jamur Tiram Di Desa Banjar Agung, Lampung Selatan
DOI:
https://doi.org/10.52622/mejuajuajabdimas.v5i3.332Keywords:
Stunting, Jamur Tiram Tiram, Pangan Fungsional, Edukasi, PelatihanAbstract
Stunting merupakan permasalahan kesehatan yang berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak akibat kekurangan asupan gizi dalam kurun waktu yang lama. Data Dinas Kesehatan Lampung Selatan (2022) melaporkan prevalensi stunting di Desa Banjar Agung, Lampung Selatan mencapai 21, 3%. Jamur tiram mengandung protein nabati yang cukup tinggi kaya vitamin B kompleks, serat, dan mineral seperti zat besi, kalsium, kalium, dan fosfor yang berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Pemanfaatan bahan pangan lokal bergizi tinggi seperti jamur tiram menjadi salah satu solusi berkelanjutan dalam pencegahan stunting. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu dan kader posyandu di Desa Banjar Agung, Lampung Selatan dalam rangka pencegahan stunting melalui edukasi dan pelatihan pengolahan jamur tiram tiram menjadi produk nutraseutika dalam bentuk pangan
fungsional dari olahan jamur tiram yang dibuat menjadi nugget dan pepes jamur tiram. Kegiatan dilaksanakan dengan menggunakan metode pendekatan partisipatif yang meliputi edukasi terkait stunting dan pemanfaatan gizi jamur sebagai pangan fungsional yang berperan dalam pencegahan stunting, diskusi interaktif serta pelatihan praktek pembuatan nugget dan pepes jamur tiram. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan 30 orang ibu-ibu dan kader posyandu sebesar 20 % yang ditunjukkan dari hasil evaluasi pretest dan posttest peserta kegiatan yang mengikuti kegiatan edukasi dan pelatihan. Selain bertambahnya tingkat pengetahuan, ibu-ibu dan kader posyandu juga mendapatkan ketrampilan dalam mengolah pangan fungsional olahan berbasis jamur tiram yang dihasilkan. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemahaman jamur tiram tiram sebagai alternatif pangan yang mendukung upaya menurunkan angka stunting.
References
Astuti, S. J. W., Dwiningwarni, S. S., & Atmojo, S., “Modeling environmental interactions and collaborative interventions for childhood stunting: A case from Indonesia,” Dialogues in Health, vol 6, 2025.
A. Soliman et al, “Early and Long-term Consequences of Nutritional Stunting: From Childhood to Adulthood,” Acta Biomedica, vol. 92, no 1, pp. 1-12, 2021.
D.M Anjani, S. Nurhayati, and Immawati, “Penerapan Pendidikan Kesehatan terhadap Pengetahuan Ibu tentang Stunting pada balita di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Rawat Inap Banjarsari Metro Utara,” Jurnal Cendekia Muda, vol. 4, no 1, pp. 62-69, 2024.
V.M Haryani, D. Putriana, and R.W Hidayati, “Animal-Based Protein Intake is Associated with Stunting in Children in Primary Health Care of Minggir,” Amerta Nutrition, vol. 7, no 2, pp. 139-146, 2023.
N.P Kolliesuah, S. Olum, and D. Ongeng, “Status of household dietary diversity and associated factors among rural and urban households of Northern Uganda,” BMC Nutrition, vol. 9, no. 83, pp. 1-16, 2023.
L. Octavia et al, “Utilizing Local Food Sources in a Sustainable Healthy Diet System and Psychosocial Care to Reduce Malnutrition,” Pediatric Gastroenterology Hepatology and Nutrition, vol. 28, no 2, pp. 135-140, 2025.
P. Parikh et al, “Animal source foods, rich in essential amino acids, are important for linear growth and development of young children in low? and middle?income countries,” Maternal and Child Nutrition, vol. 18, no 1, pp. 1-12, 2021.
M.E Effiong et al, “Assessing The Nutritional Quality of Pleurotus Ostreatus (Oyster Mushroom),” Frontiers in Nutrition, vol 10, pp. 1-13, 2024.
M.A.R Mazumder et al, “Mushroom-legume-based alternative chicken nuggets: Physico-chemical and sensory properties,” Food Chemistry Advances, vol 5, pp. 1-10, 2024.
Q.E.M Mangawe, A. Egal, and D. Oosthuizen, “Impact of a Nutrition Knowledge Intervention on Knowledge and Food Behaviour of Women Within a Rural Community,” Nutrients, vol. 16, no 23, pp. 1-17, 2024.
L. Amrullah and Marsahip, “Jamur tiram Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) Sebagai Olahan Dasar Isian Kebab,” Jurnal Tampiasih, vol. 1, no. 1, pp. 1–5, 2022.
H. Hidayat, “Inovasi produk olahan jamur tiram tiram berupa jamur tiram krispi dan nugget jamur tiram tiram sebagai bentuk pemberdayaan UMKM Jamur tiram Arumi di Desa Gunung Kesiangan,” Journal of Comprehensive Science, vol. 1, no. 2, 2022.
N. F. Leswana, M. Taufiqurrahman, and R. U. Hutagalung, “Pemberdayaan UMKM Kelurahan Sungai Kapih melalui inovasi produk nutraseutikal jamur tiram tiram fortifikasi daun pandan untuk mendukung SDG’s 3,” Jurnal Pepadu, vol. 6, no. 4, pp. 661–668, 2025.
A. R. Putri, S. Wahyuni, F. Zahro, V. S. Devy, and M. R. Alrashid, “Pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu PKK dalam pengolahan tiraget sebagai langkah pencegahan stunting,” Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Indonesia (Indonesian Journal of Independent Community Empowerment), vol. 8, no. 1, pp. 47, 2025.
Shiddiqi, U., Fransiska, S. M., Mahfudha, R. R., Safah, M. F., Perdana, A. M. N., & Rahayu, L. S., “Pemberdayaan masyarakat Desa Jarak melalui budidaya jamur tiram tiram sebagai upaya pengembangan kewirausahaan berbasis potensi lokal," Dinamis: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, vol. 5 no. 1, pp 74-82, 2025
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Untia Ramadhani, Juwana Janu, Mubarika Sekarsari Yusuf, Dkk

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat provides open access to anyone so that the information and findings in these articles are useful for everyone. This journal's article content can be accessed and downloaded for free, free of charge, following the creative commons license used.

Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



